negaraislam

NEGARAISLAM.COM, Moskow – Seorang jenderal tinggi militer Rusia dilaporkan termasuk penumpang pesawat TU-154 yang jatuh di Laut Hitam pada Ahad (25/12). Pesawat yang mengangkut puluhan tentara itu jatuh bebarapa menit setelah lepas landas dari bandara Sochi, Rusia.

Kantor berita Rusia TASS menyebutkan, salah satu penumpang merupakan Jenderal Vladimir Ivanovsky. Ia menjabat panglima polisi militer Rusia, yang beberapa hari terakhir mengirim pasukan ke Aleppo.

Pesawat milik Departemen Pertahanan Rusia itu sendiri mengangkut 91 penumpang, yang terdiri dari 60 tentara Devisi Orkestra, sembilan wartawan, sejumlah petinggi militer dan delapan awak. Dipastikan tidak ada korban selamat.

“Tidak ada tanda-tanda ada yang hidup di titik jatuhnya pesawat militer Rusia,” kata pernyataan Dephan Rusia, seperti dilansir Sky News Arabia, Ahad.

Sampai saat ini, sejumlah mayat korban pesawat nahas itu sudah ditemukan. Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan membentuk tim investigasi kecelakaan yang sangat merugikan itu.

Pesawat yang dibuat era Uni Soviet itu berangkat dari Moskow menuju Lattakia, Suriah. Sebelum jatuh, pesawat singgah di Sochi Rusia untuk mengisi bahan bakar.

Sempat diduga jatuh di wilayah pegunungan, namun pemerintah Rusia memastikan pesawat itu jatuh di Laut Hitam. Hal itu diyakinkan dengan penemuan puing-puing pesawat 1,5 kilometer dari bibir pantai Sochi.

Terkait insiden ini, sejumlah tokoh pejuang Suriah menganggap itu sebagai balasan langsung dari Allah atas pembantaian Rusia terhadap warga Suriah. Salah satunya, ulama mantan anggota dewan Syariah Ahrar Al-Syam, Abu Yaqdhan Al-Misri.

Dalam akun Telegramnya, ia mengomentari insiden itu dengan menyitir sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang artinya “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri”.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY