NEGARAISLAM

NEGARAISLAM.COM, Washington – Kepala badan intelijen nasional Israel, Mossad melakukan kunjungan rahasia ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan para staf Presiden terpilih Donald Trump dan memberi arahan mereka soal keamanan.

Menurut laporan Ynet, pekan kemarin, Direktur Mossad, Yossi Cohen berbicara tentang kesepakatan nuklir dengan Iran, perang sipil Suriah, ancaman teror dan masalah Palestina. Laporan itu tidak menjelaskan waktu pasti kapan arahan berlangsung.

Delegasi keamanan itu diutus langsung oleh Perdana Menteri Binyamin Netanyahu di bawah pimpinan kepala Dewan Keamanan Nasional Yaakov Nagel. Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Ron Dermer kabarnya juga menghadiri pertemuan.

Para pejabat Israel juga melaporkan diskusi dengan pejabat Trump terkait usulan konferensi regional untuk memulai proses perdamaian Israel-Arab yang akan diselenggarakan di Mesir. Konferensi juga akan membahas tentang resolusi PBB anti-Israel yang diusulkan oleh Otoritas Palestina dan didukung oleh Selandia Baru.

Hubungan baik Amerika Serikat dan Israel semakin meningkat setelah Trump terpilih dalam pemilu. Trump berencana menunjuk Jared Kushner, sebagai duta perdamaian Timur Tengah. Dalam sebuah wawancara dengan New York Times Selasa lalu, Trump menyatakan dirinya senang menjadi orang yang mendamaikan Israel dan Palestina.

“Ini akan menjadi prestasi besar,” imbuhnya.

“Banyak orang mengatakan kepada saya, orang-orang hebat memberitahu saya, ‘Tidak mungkin Anda tidak dapat melakukannya’. Saya tidak setuju, saya pikir Anda bisa berdamai,” lanjutnya.

Trump mengatakan Israel dan Palestina harus berkomitmen atas suatu hal untuk mencapai kesepakatan, di mana AS akan menggunakan hak veto sepenuhnya di Dewan Keamanan PBB terkait hal ini.

Diketahui, Jared Kushner adalah seorang Yahudi Ortodoks dan terkenal sebagai pendukung Israel. Menurut Trump, Kushner bisa membantu untuk menengahi kesepakatan antara Israel dan Palestina

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY