Waspada “ KTP Palsu dan Pemilih Siluman dari China Menangkan Ahok di Pilgub DKI 2017”
Waspada “ KTP Palsu dan Pemilih Siluman dari China Menangkan Ahok di Pilgub DKI 2017”
NEGARAISLAM.COM -Keberadaan “pemilih siluman” di ajang Pilkada DKI 2017 perlu diwaspadai. Terutama pemilih siluman dari perkampungan atau wilayah yang mayoritas didiami warga beretnis tertentu.
Penegasan itu disampaikan aktivis politik Rahman Simatupang kepada intelijen (05/10), menanggapi pernyataan guru besar Universitas Indonesia, Nazaruddin Sjamsuddin, soal pelibatan pemilih siluman dari China.
“Bisa jadi ada pemilih siluman dari China untuk memenangkan Ahok. Warga China ke Indonesia dengan alasan wisata tetapi sudah dibuatkan E-KTP dan administrasi lainnya,” beber Rahman Simatupang.
Menurut Rahman, solidaritas warga China terhadap Ahok untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta sangat tinggi. “Bisa jadi, pengemplang BLBI yang sudah menetap di China memfasilitasi warga China untuk berbondong-bondong ke Jakarta untuk memenangkan Ahok,” kata Rahman.
Rahman menegaskan, pengemplang BLBI punya kepentingan jika Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. “Ahok didukung Megawati dan saat jadi Presiden putri Bung Karno mengeluarkan kebijakan BLBI. Dari sini sudah terlihat arah dukungan pengemplang BLBI,” jelas Rahman.
Sebelumnya Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsuddin mengingatkan akan adanya pemilih siluman dari China. “Saat Pilkada DKI nanti Panitia Pemungutan Suara (PPS) haruss ajak pemilih bicara bahasa Indonesia,” kata Nazaruddin Sjamsuddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin.
“Awas, Pemilih Siluman dari China Menangkan Ahok di Pilgub DKI 2017”
“Awas, Pemilih Siluman dari China Menangkan Ahok di Pilgub DKI 2017”
Kata Nazaruddin, PPS harus bertanya menggunakan bahasa Indonesia ke pemilih agar bisa diketahui asalnya. “Kalau tidak bisa, berarti dia pemilih siluman dari China,” kata Nazaruddin.

Nazaruddin juga meminta saksi bisa diandalkan dari partai politik yang berada di TPS saat penghitungan suara di TPS. “Saksi parpol harus bisa diandalkan,” papar Nazaruddin.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY